Skip to main content

CARA LATIH ANAK UNTUK BEREMPATI SEJAK DINI

FazairaBlog-Ibarat kata orang bahwa anak adalah anugerah. Anugerah yang bisa jadi akan membawa berkah atau bahkan membawa petaka untuk orang tuanya. Hal ini tergantung dengan bagaimana para orang tua dalam mendidik anaknya, apakah dengan selalu mengajarkan tentang hal-hal baik atau tidak. Setiap anak yang baru di lahirkan pasti di ibaratkan sebagai lembaran kertas putih, yang masih bersih dan suci. Berkembangnya seorang anak pun juga tidak ketinggalan di kaitkan dengan istilah fase penuangan warna serta tulisan di atas lembaran kertas putih tersebut yang di lakukan oleh orang tua.

Hal ini di gambarkan pula sebagai cara serta pola didik orang tua kepada anaknya. Yang paling harus di perhatikan tentang anak adalah ketika mereka mulai memasuki usia ke emasan atau yang biasa di sebut dengan usia golden age. Karena di sinilah anak mulai menunjukan tumbuh kembang nya dengan baik, mulai dari mempelajari banyak hal baru seperti merangkak, belajar berjalan, belajar berbicara serta fase ketika mereka menjadi perekam dengan memori terbaik sehingga dengan mudah menirukan gerak serta ucap orang yang berada di sekitarnya.

*sumber : pixabay.com

CARA LATIH ANAK UNTUK BEREMPATI SEJAK DINI

Jangan penah anggap remeh hal ini ya ayah bunda... Karena pada saat ini lah karakter anak mulai terbentuk. Maka dampingi terus tumbuh kembang anak dengan selalu mencontohkan serta selalu mengajarkan mereka tentang hal-hal baik. Tapi jika tidak, dan pada saat anak mulai tumbuh dewasa kemudian mereka memiliki karakter yang kurang baik, maka jangan pernah salahkan anak anda. Justru karena itulah saatnya para orang tua mulai untuk merenungi kemana saja anda selama ini. Dan apa saja yang sudah anda perbuat untuk pendampingan tumbuh kembang anak anda. Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang memiliki good atitude? Menjadi kebanggaan banyak orang karena sikapnya dan kebiasaannya yang baik. Pasti ayah bunda juga ingin bukan?

Nah bunda, sebagai madrasah pertama sekaligus guru pertama untuk sang buah hati tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk setiap wanita bukan? Maka dari itu, di sinilah peran bunda di butuhkan pada saat tumbuh kembang anak. Mulai lah tanamkan hal-hal serta kebiasaan baik kepada anak anda bunda. Mulai ajari mereka dengan terbiasa menggunakan kata “Maaf”, “Tolong” dan “Terimakasih”. Biasakan mereka dengan 3 kata tersebut sejak kecil serta contohkan kepada mereka.

Mungkin di mulai melalui hal ringan seperti meminta mereka untuk mengawali mengucapkan kata maaf saat menyakiti temannya, serta ajari mereka untuk mengalah ketika dia berebut mainan dengan temannya dengan kata dan pengertian yang mudah di terima oleh mereka. Dan hal yang paling penting di sini adalah Jangan Pernah Bohongi Anak ya bunda. Mungkin jika bunda belum tau bagaimana cara menjelaskan dengan tepat, bisa beri mereka alasan yang real dan jangan pernah takuti mereka dengan suatu hal jika tidak ingin tumbuh kembang anak anda mulai terhambat.

Setelah anda merasa anak bisa mulai di ajari interaksi dan komunikasi secara aktif, maka mulailah untuk menanamkan rasa peduli atau empati kepada anak terhadap hal-hal yang berada di sekitar mereka. Dengan mengajarkan empati kepada anak sejak dini akan memberikan teladan serta dukungan yang baik terhadap perkembangannya seiring dengan berjalannya waktu mereka tumbuh. Ngomong mengenai empati ini sendiri memiliki makna dimana anda bisa merasakan perasaan orang lain serta peduli terhadap mereka.

Cara menanamkan rasa untuk ber empati kepada anak cukup sederhana:

1. Jadilah orang tua yang selalu konsisten. Yang di maksud dengan konsisten di sini adalah ketika anda selalu sama dalam hal bertindak maupun berucap. Bila anda mengajarkan tentang pentingnya peduli terhadap orang lain, maka contohkan serta tanamkan ia untuk selalu menjadi pendengar yang baik. Jangan sampai anda mencontohkan hal tersebut namun pada kenyataan nya justru mereka melihat pemandangan yang sebaliknya saat bunda nya sedang beradu pendapat dengan ayah nya. Karena jika anda tidak mencontohkan seperti yang anda ajarkan secara konsisten justru akan menjadi bumerang untuk para orang tua itu sendiri.

2. Ajarkan mereka untuk selalu bersyukur serta menghargai pekerjaan orang lain. Materi ini mungkin saja bisa anda terapkan melalui pola pembelajaran sederhana seperti mengajari mereka untuk selalu membereskan sendiri mainan setelah mereka bermain, saat mereka selesai dengan tugasnya berikanlah pujian kepada mereka seperti “Wah pintar ya, habis main langsung di bereskan” serta ajarkan mereka untuk menjadi seorang yang bersyukur dengan cara menyumbangkan sebagian mainan dan baju mereka kepada orang yang lebih membutuhkan. Serta libatkan mereka di dalamnya dan jelaskan bahwa masih banyak anak-anak yang tidak bisa punya mainan sebanyak dia dan memakai baju sebagus dan bersih seperti dia, tentunya menggunakan kalimat yang tepat ya bunda.

3. Pahami perasaan anak. Ketika anak mulai marah dan menangis, jangan timpa mereka dengan kata-kata yang bisa saja tidak dapat mereka pahami. Biarkan dulu emosi nya di keluarkan. Dan ketika mereka sudah mulai tenang dan merasa lega, mulai lah untuk menasihati mereka dengan baik serta masuk akal. Jika anda memberikan nasihat saat mereka sedang dalam kondisi kurang baik seperti saat mereka lelah atau marah justru tidak akan membuat mereka merasa lebih baik. Yang ada malah akan menjadikan mereka sebagai anak yang suka membantah dan gampang menyimpan amarah di dalam hati mereka. Berikan kesempatan anak untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dan mereka mau.

4. Ajari anak untuk menghargai perbedaan atau bertoleransi, seperti halnya tidak membeda-bedakan anak yang akan menjadi teman mereka. Bebaskan mereka ingin memilih teman mainnya asal bisa sama-sama memberikan hal positif satu sama lain. Dengan memberikan mereka kebebasan berteman mau dengan yang berbeda agama, suku, ras dan golongan pun justru akan mengajarkan mereka lebih banyak hal.

5. Ajari tentang aturan untuk bersikap sopan terhadap orang lain. Penerapan perilaku ini sangatlah penting untuk di tanamkan sejak dini kepada anak, ajari mereka tentang bagaimana bersikap dan berbicara kepada orang lain di mulai dengan orang usia yang lebih muda hingga yang memiliki usia lebih tua dari mereka.

Berikut tadi merupakan beberapa cara untuk menerapkan rasa ber empati anak sejak dini. Semoga apa yang kita bahas di dalam artikel kali ini bisa bermanfaat untuk para orang tua.

baca juga rancang resepsi pernikahan dengan budget yang murah dan sederhana