CARA MENGELOLA KEKAYAAN YANG SERING DILAKUKAN ORANG ORANG SUKSES DAN PARA MILYADER

CARA MENGELOLA KEKAYAAN YANG SERING DILAKUKAN ORANG ORANG SUKSES DAN PARA MILYADER

kalau kita hendak memahami bagaimana semua milyarder mengelola kekayaan mereka, anda terlebih dahulu haeus belajar mengenai 4 kuadran, yakni E, S, B, dan I.
Kalau kita ketika ini telah mempunyai kekayaan di kuadran B,
sekarang bagaimana metodenya kita 'lari' ke kuadran I (Investor)?
Investor ini berkata tentang bagaimana duit yang telah kita hasilkan supaya dapat menghasilkan duit lagi? Sebelum kami membicarakan ini lebih jauh, kami hendak kita mengetahui tentang 2 poin inilah ini.


   CARA MENGELOLA KEKAYAAN YANG SERING DILAKUKAN ORANG ORANG SUKSES DAN PARA MILYADER


ASET & LIABILITAS ini berasal dari suatu istilah yang pernah anda dengan andai belajar akutansi. Pasti terdapat istilah asset and liability. Asset itu ialah harta, sementara liability ialah kewajiban atau hutang. Kalau anda bicara mengenai asset and liability, kami tidak akan membicarakan dari pemahaman akutansi.
Bagaimana menciptakan neraca pembukuan dan beda sebagainya. Kami tidak akan membicarakan itu. Tetapi kami bicara mengenai bagaimana teknik aset semua milyarder semakin lama semakin berkembang. ,Kami mengacu pada kitab karya Robert kiyosaki.
Beliau menuliskan bagaimana orang kaya membina asetnya. Kalau andaikan hari ini kita telah menghasilkan uang, misalnya kita telah mulai bekerja.
Kita tentu punya tabungan, bukan? Ketika kita telah menghasilkan uang, otomatis kita telah mulai beranggapan : "Uang ini inginkan diapakan? Mau dikelola laksana apa?" Disini kami bakal mengajarkan teknik mengelolanya.


Yang kesatu, andaikan kita ialah seorang TKI. Ada yang bertanya untuk kami, "Pak, kami telah menghasilkan tidak sedikit uang di luar negeri.
Tetapi saat pulang kami bingung, dananya mau dipakai untuk modal apa. Karena seringkali, saat pulang uangnya malah habis".

Kami dapat memberikan sejumlah tips untuk kita, semua sahabat entrepreneur yang telah menghasilkan uang. 

Yang kesatu, pastikan kita menempatkan uang anda di properti.
Contohnya kita dapat membeli rumah, lantas kita dapat belikan tanah, kebun, atau sawah. Itu ialah salah satu format properti. Pastikan bila kita telah mempunyai properti tersebut, anda harus dapat mengelola properti tersebut. Cara mengelolanya bagaimana? Mungkin anda tidak mengerti teknik mengelolanya.
Misalkan rumah, itu dapat dikontrakkan. Maka kita tentu mendapatkan duit hasil kontrak.
Atau mungkin bila kita punya tanah, dapat dibangun rumah. Juga dapat dijadikan kost-kostan. Jadi tanah juga dapat menghasilkan uang.

Kemudian anda juga dapat beli sawah. Sawah atau kebun dapat ditanami sesuatu.
Hasil dari penanaman tersebut dapat dijual. Karena anda hidup di Indonesia, iklimnya paling bagus.Tanam apapun di sawah dan kebun kita, seringkali pasti menghasilkan buah-buahan ataupun sayur-sayuran.


Kami yakin hasilnya dapat dijual, sampai-sampai aset anda menghasilkan.Atau juga dapat ditanami pohon kelapa, tersebut juga bisa. Banyak sekali yang dapat ditanam. Sehingga properti yang anda miliki dapat produktif. Manfaat mempunyai properti yakni satu, uang anda tidak hilang.

Kedua, uang anda menghasilkan lagi

Itulah teknik kerja kuadran I. Kita dapat membeli properti laksana yang tadi telah kami sampaikan. Tetapi bila sekitainya kita melakukan pembelian aset tersebut, namun aset tersebut mangkrak.
Contohnya laksana rumah. Rumah tersebut bila tidak anda kontrakkan, tidak dapat disewakan, maka aset tersebut menjadi aset yang tidak baik. Karena apa? Karena lokasi tinggal itu dapat rusak. Kalau rumah tersebut rusak, kesudahannya kita justeru harus menerbitkan uang guna merenovasi rumah, dan akhirnya malah menjadi liabilitas atau menjadi kewajiban.
Jadi yang mestinya lokasi tinggal tersebut dapat menghasilkan uang, tetapi sebab rumah tersebut tidak menghasilkan, kesudahannya rumah tersebut menjadi rusak.

Kalau anda belajar akutansi, rumah tersebut ada di kolom aset.Tetapi bila kita terbit dari konteks akutansi, anda mengacu pada bagaimana teknik menjadi milyarder ala Robert Kiyosaki, maka disitu dipaparkan secara jelas.
Kalau aset properti anda tidak produktif, berarti tersebut termasuk liabilitas.
Contoh, anda beli mobil tidak sedikit sekali. Misalkan anda mempunyai 5 mobil.
Sekarang, punya mobil lima guna apa bila mobilnya nganggur? Harga mobil tersebut setiap tahun turun. Tetapi bila mobil kita dapat kita manfaatkan, contoh, barangkali dijadikan Uber. Kita sewa driver, maka kesudahannya mobil kita dapat menghasilkan. Kita dapat buka rental mobil. Itu spektakuler hasilnya.

Motor pun banyak? Bisa disewakan. Mungkin dijadikan GoJek dan sebagainya.
Dan bakal bagus pun kalau anda rentalkan sampai-sampai menjadi aset. Sehingga uang anda menjadi duit lagi.


Jangan cuma melakukan pembelian gengsi. Kalau melakukan pembelian gengsi, seluruh menjadi liabilitas. Tapi bila membeli fungsi, kami percaya uang tersebut akan menghasilkan duit lagi.
Demikian cara beranggapan para milyarder, semoga berfungsi dan menginspirasi anda semua.

Baca juga:

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Note: Only a member of this blog may post a comment.